Cinta Ini Membunuhku
Ku alami cinta kita dengan air mata
Ku renungi kisah kita dengan tangis sendu
Hati ini sudah terlalu sakit karna cintamu
Tapi, mengapa luka ini menjadikan aku semakin cinta ?
Pilur-pilur luka meleleh
Harapan-harapan cinta mengental
Ku coba menghapus luka di hati
Tapi aku masih saja memikirkannya ?
Harusnya aku kuat
Harusnya aku tak perlu kobarkan air mataku
Hanya demi satu kenangan
Dan masa yang telah pergi
Mataku menjadi saksi
Bagaimana air mataku jatuh untuknya
Semakin ku kenang semakin hancur ini
Ku pandangi langit malam yang gelap bertabur bintang
Seperti taburan bayangmu yang menatapku
Jika bintang hanya sekedar bintang
Kenapa ingin ku gapai dan ku dekap ?
Jika hati ini hanya sekedar hati
Kenapa rindu ini semakin berat untukmu ?
Mungkin karna diriku dan dirimu saling menjauhi
Atau mungkin hanya diriku yang menjauhimu ?
Hatiku ini takkan pernah menjauhi dirimu bahkan tuk melupakanmu
Karna nama dan wajahmu telah kau torehkan dalam-dalam di hati ini
Ku sadar siapa diriku
Dan siapa dirimu
Aku sendiri bersama keluh kesahku
Yang tenggelam oleh suara tangisku
Bersama serpihan hati
Yang akan terus aku bawa sampai aku mati..
This Is For You :')
Untukmu seorang yg masih kusayangi,
Tahukah km aku disini menangis dibalik senyum yg selalu menjadi penghias wajah ini ?
Tahukah km betapa berjuangnya aku melawan rasa rindu yg setiap waktu hadir dihidupku ?
Tahukah km seberapa besar sayang ini untukmu ? Hingga saat kau memiliki dia aku masih dg pendirianku untuk tetap menyayangimu meskipun itu sakit untukku ?
Tahukah km setiap hari tetesan rindu selalu kuteteskan dari mataku yg dulunya selalu melihatmu penuh kasih sayang padaku ?
Tahukah km betapa khawatirnya aku saat km terluka atau saat sakitmu kambuh ?
Tahukah km didoaku yg setiap waktunya kupanjatkan adalah doaku agar kita bisa kembali bersatu ?
Tahukah km betapa sulitnya aku berpura-pura menutupi air mataku dari hadapanmu ?
Dan apakah kau tahu otakku tak pernah berhenti-hentinya memutar semua kenangan yg pernah ada saat kita masih bersama dulu ?
Sosokmu yg kini kerap menghindar dariku saat kita bertemu sangat jauh berbeda dg sosokmu yg dulu setiap waktu selalu mencari-cari aku.
Sosokmu yg dulu selalu menghadirkan senyum dan tawa dalam hidupku, kini malah yg kau hadirkan dalam hidupku adalah tetesan air mata tangisanku.
Sebisa mungkin aku selalu berusaha untuk berhenti menyayangimu, berhenti memikirkanmu, berhenti menangisimu, berhenti mengharapkanmu, tapi apa daya, semua itu malah membuat aku semakin menganggapmu adalah satu2nya ciptaanNya yg bisa membuatku bahagia meski pd kenyataannya lukalah yg selalu aku terima.
Dan pada akhirnya sosok penyemangat baru hadir dihidupku, yg mampu membuat aku nyaman berada didekatnya, membuat hidupku sedikit berwarna meskipun tetap kamu lah sosok yg masih seutuhnya menguasai hati ini.






